Inteligensia Muslim dan Kuasa: Genealogi Inteligensia Muslim Indonesia Abad ke-20

Front Cover
Mizan Pustaka, Sep 1, 2006 - Indonesia - 760 pages
1 Review
Peralihan kekuasaan dari Orde Baru ke Orde Reformasi menempatkan figur-figur inteligensia Muslim sebagai aktor-aktor kunci dalam kepemimpinan politik dan birokrasi nasional, dalam skala yang tak ada presedennya dalam sejarah Indonesia pascakolonial.

Uniknya, ditengah-tengah gelombang pasang kemunculan inteligensia Muslim, partai-partai politik Muslim secara keseluruhan justru tak kunjung memperoleh dukungan mayoritas. Malahan, arus utama pemimpin-pemimpin senior inteligensia Muslim tak lagi terobsesi dengan klaim-klaim keislaman. Dalam pada itu pertarungan ideologi dan identitas-politik baik antar-maupun intra-tradisi-tradisi intelektual Islam terus berlangsung dengan agenda, intensitas, dan ekspresi yang beragam.

Transformasi inteligensia Muslim dari pinggir menuju pusat dalam dunia politik dan birokrasi Indonesia tidak bisa lagi dibaca dengan studi-studi yang ada mengenai elite Indonesia modern dan politiknya, entah itu Clifford Geetz (1960), Robert van Niel (1970), R. William Liddle (1973), Donald K. Emmerson (1976), atau Ruth McVey (1989).

Dengan pendekatan yang holistik dan metodologi yang solid, buku ini menelaah genealogi inteligensia Muslim dalam hubungannya dengan pertarungan "kuasa" (power) di Indonesia abad ke-20. Dalam upaya ini, pendekatan dengan kerangka waktu jangka panjang (longue duree) dikombinasikan dengan metode interaktif, interdisipliner, dan intertekstual untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai beragam impuls dan interaksi yang menghadirkan kesinambungan (continuity) dan perubahan-perubahan (changes) dalam perkembangan inteligensia Muslim dalam relasinya dengan "kuasa".

Buku ini, dengan demikian, menjadi kunci penting bagi diskusi mutakhir tentang peran Islam di Indonesia pada abad ke-21. Lebih dari sekadar tinjauan atas masa lalu, buku ini merupakan titik tolak untuk memikirkan masa depan Indonesia.

"Buku ini memperlihatkan hasil kerja kesarjanaan yang excellent tentang sejarah-sosial formasi inteligensia Muslim Indonesia, dengan melibatkan analisis tentang pemikiran Islam secara cerdas dan rapi. Tak ayal lagi, akan menjadi standar rujukan dalam topik ini."

--John Bowen

Profesor Antropologi, Washington University, Amerika Serikat [Mizan, Pustaka, Referensi, Islam]
  

What people are saying - Write a review

We haven't found any reviews in the usual places.

Contents

Pendahuluan
1
Mencipta Indonesia Mencipta TradisiTradisi
3
DasarDasar Analisis
7
Inteligensia dan Intelektual 14
14
Kuasa Power
38
StudiStudi Terdahulu Mengenai Inteligensia dan Intelektual
45
Pendekatan Alternatif Tujuan dan Metodologinya
54
Formasi Inteligensia
77
Pemajuan SekolahSekolah Islam
235
PraktikPraktik Diskursif dan Pembentukan Blok Historis
246
Dari GerakanGerakan Mahasiswa di Hindia ke Pembentukan
264
Keretakan Ruang Publik dan Terbentuknya TradisiTradisi
272
Kelahiran TradisiTradisi Politik Intelektual Kristen
291
Pembentukan dan Transmisi Tradisi Politik Intelektual
294
Konsolidasi dan Kontestasi
318
Dari Aktivitas Sastra dan Media Menuju Nasionalisme
335

AkarAkar Pendidikan Barat dari Inteligensia Muslim
85
AkarAkar Pendidikan Islam dari Inteligensia Klerikus
107
Etis
127
PraktikPraktik Diskursif dan Terciptanya Identitas
140
Terciptanya Ruang Publik Modern di Hindia
154
Kaoem Moeda Islam dan Transformasi Ruang Publik
173
Konsolidasi dan Kontestasi
185
Kesimpulan
213
Politik Intelektual
219
Kesimpulan
346
Kesetaraan Akses ke Pendidikan Publik Sekuler
359
Pendidikan Agama dan Ekspansi UniversitasUniversitas
367
Konsolidasi dan Kontestasi
379
JatuhBangun Islam Politik
401
Transmisi Tradisi Politik Intelektual Muslim
423
Kesimpulan
446
Copyright

Common terms and phrases

Bibliographic information